Unpatti Kukuhkan Empat Guru Besar, Hendry Elim Prof Pertama di Indonesia Timur

oleh -1,997 views
oleh
Empat guru besar yang dikukuhkan oleh Rektor Unpatti. -hotumesemaju-

suaramaluku.com – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Prof Dr. M.J. Saptenno SH M.Hum mengkukuhkan empat guru besar baru dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti bertempat di Gedung Auditorium kampus Poka, Selasa (7/2/2023).

Keempat guru besar yang dikukuhkan dikutip dari akun “Hotumese maju” yakni Prof Dr Drs. Zainal Abidin Rengifurwarin M.Si. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

Prof Dr Patrisius Rahabav M.Si. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Prof Dr. Steven Siaila M.S sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS).

Serta Prof. Hendry Izaac Elim Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Fisika Nanosains dan Nanoteknologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Prof Dr Zainal Abidin Rengifurwarin dalam pidato yang berjudul “Peran Administrasi Publik : Dinamika Pergeseran Makna, Paradigma, Profil, Peran dan Isu Administrasi Kepulauan” mengatakan, tema ini dianggap penting dan masih relevan sesuai dinamika perkembangan administrasi publik dalam kehidupan bernegara saat ini, termasuk di Provinsi Maluku.

Prof Dr Patrisius Rahabav dalam pidatonya yang berjudul “Implementasi Good Governance and Sound Governance Dalam Meningkatkan Mutu dan Saing Pendidikan di Indonesia” mengatakan, pendidikan memiliki peran strategis dalam pengembangan mutu sumber daya manusia. Oleh karena itu, investasi terpenting suatu bangsa adalah pendidikan karena berhubungan erat dengan human capital (Becker, 1994).

Sementara itu, Prof Dr. Steven Siaila dalam pidatonya berjudul “Prospek Usaha Perikanan Tangkap Atas Realitas Fully-Exploited Pada Tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan di Provinsi Maluku” mengatakan, fenomena menarik mengangkat judul ini karena adanya situasi yang cenderung stagnan atas kesejahteraan para nelayan pelaku usaha perikanan tangkap, sejak berada dalam tingkat pengelolaan sumber daya ikan moderate hingga mencapai fully-axploited.

Provinsi Maluku adalah Provinsi yang dikenal dengan sebutan Provinsi Kepulauan memiliki tiga wilayah pengelolaan perikanan yakni laut Seram, laut Banda dan laut Arafura, menjadikan sektor perikanan sebagai sektor unggulan. Setelah didalami lebih lanjut, fully-axploited secara langsung akan mempengaruhi dua hal pada aktivitas nelayan yakni jarak tempuh yang semakin jauh dan jumlah tangkapan yang cenderung sedikit.

PERTAMA DI INDONESIA TIMUR

Sementara itu, Prof Hendry Izaac Elim Ph.D diinformasikan merupakan professor pertama Bidang Ilmu Fisika Nano Sains dan Nano Teknologi di Unpatti dan juga di Indonesia Timur.

Dalam pidato Guru Besarnya berjudul “Fisika Multitasking dalam Nanosains, Nanoteknologi dan Nanomedis ”, ia menjelaskan, teknologi tercanggih di Abad 21 ini yang paling mungkin diterapkan secara multitasking di berbagai bidang kehidupan adalah nanoteknologi yaitu teknologi chip yang ukurannya hanya sekitar 100 hingga 1000 atom atau sebesar 1/1000 dari tebal rambut manusia. Bahwa hasil-hasil penemuan tingkat tinggi sangat tergantung pada pengembangan ilmu-ilmu dasar khususnya ilmu fisika.

Hendry Elim juga sampaikan berbagai hasil riset penemuan yang berhubungan dengan sifat-sifat optik, elektornik dan nonlinier optik dari beraneka ragam material berstruktur nano, baik metalik nanomaterial, semikonduktor nano struktur, maupun super hybrid material dan penelitian yang digunakan berkaitan dengan fisika terapan yang berorientasi pada fisika multitasking yang berdampak multidisciplinary.

Dalam penutup pidatonya Prof Elim menjelaskan tentang arah dan visi road map riset yang akan terus dibangun menuju Pusat Kolaborasi Riset Fisika Kepulauan dan terus berkembang menjadi Multisciplinary Research Center For advanxced Physics.

Rektor Unpatti Prof Dr. M. J. Saptenno dalam sambutannya mengatakan, di awal tahun 2023, pihaknya untuk pertama kalinya mengukukuhkan empat guru besar sekaligus.

“Ketika mendapatkan guru besar, maka para guru besar tetap rajin dalam menulis, memberikan ceramah dan kuliah umum, sehingga pikiran-pikiran tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain dalam rangka pengembangan ilmu dan lebih dari pada itu untuk kepentingan pembangunan sumberdaya manusia di Maluku”, ujarnya.

Saat ini Unpatti telah memiliki 82 Guru Besar, sehingga Prof. Saptenno berharap kedepan dengan semakin banyak guru besar maka kedepannya proses perguruan tinggi dapat berlangsung dengan baik, dan Unpatti lebih maju serta menghasilkan sarjana yang berkualitas. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.