Sketsa Maluku, Platform Karya Anak Daerah Hadirkan Ruang Bagi Pelaku Seni

oleh -144 views
oleh

suaramaluku.com – Ada yang menarik di Pantai Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (30/7/2023). Kaihulu, Band Ethnic Reggae populer asal Ambon, mengiringi peluncuran Sketsa Maluku, sebuah platform 100% karya anak Maluku yang merupakan kolaborasi bersama dengan Villa Rumah Beta, untuk menghadirkan ruang bagi para pelaku seni di daerah ini.

“Jadi di sketsa Maluku ini, ada gambar sketsa yang dicetak pada beberapa produk seperti baju kaos, kemeja, tas dan lain sebagainya. Hanya memang yang baru ready untuk sekarang ini adalah kaos,” ujar Elisbeth H. Nikijuluw, salah satu founder Sketsa Maluku, Selasa (1/8/2023).

Menurut perempuan yang akrab disapa Yety dan aktif sebagai Deputi Ekonomi Kreatif Ambon Music Office (AMO) ini, dari banyaknya gambar yang dibuat sang suami, Elrio Dafcar Efruan, yang diluncurkan baru dicoba dengan tiga gambar sketsa. Rio Efruan sendiri adalah founder Sketsa Maluku, dan juga vokalis Kaihulu Band.

“Setiap gambar itu kami cetak 50 pieces kaos. Jadi termasuk limited edition. Nanti kalau edisi berikut lagi, kami hadirkan gambar lain lagi, dan jumlahnya juga tetapi 50. Memang tujuannya untuk menghasilkan satu karya yang berbeda dari biasanya. Artinya bukan sekadar gambar sketsa yang berakhir di atas kertas atau di media sosial saja tapi juga di media yang berbeda, dan betul-betul ini karya seni 100% digambar oleh anak Maluku,” papar Yety.

Ditanya kenapa namanya Sketsa Maluku? Menurut Yety, namanya sketsa Maluku, karena memang tujuan mereka ke depannya ingin membuat gambar sketsa segala hal yang ada di Maluku khususnya untuk mempromosikan pariwisata.

“Jadi mulai sketsa tentang seni budaya ataupun segala macam makanan. Pokoknya segala hal yang ada di Maluku. Termasuk kapal-kapal pesiar yang ada di Pantai Amahusu, dalam rangka Sail to Indonesia,” papar Yety.

Penampilan Kaihulu secara live music menandai launching Sketsa Maluku sekaligus menghibur para peserta Sail to Indonesia. Booth Sketsa Maluku, yang berada persis di Pantai Oma Teka, Balai Negeri Amahusu ini, kata Yety, juga menyediakan makanan dan minuman memeriahkan acara Sail to Indonesia.

“Sail to Indonesia itu, yatch-yatch-nya berlayar ke Indonesia keliling dari berbagai negara. Jadi pesertanya itu ada yang dari Amerika, Belanda, Spanyol dan sejumlah negara Eropa lainnya. Ini tentu sangat baik bagi kami untuk mengenalkan pariwisata Maluku, khususnya Kota Ambon lewat Sketsa Maluku,” ucap Yety.

Menurut dia, belasan kapal peserta Sail to Indonesia 2023 sebenarnya sudah mulai berlabuh di perairan Negeri Amahusu, sejak Sabtu (29/7/2023) dini hari. Namun warga Negeri Amahusu, baru menggelar acara penyambutan para peserta di hari Minggu (30/7/2023).

Ia menuturkan, informasi yanh didapatnya dari panitia, 16 diantara 63 kapal layar peserta Sail to Indonesia telah tiba di Ambon, sejak Sabtu (29/7/2023). Sisanya akan tiba Jumat (4/8/2023). “Karena itu, booth Sketsa Maluku akan bukan sampai Jumat nanti,” pungkasnya.(*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.