Kenang Letjen TNI Purn Doni Monardo; Maaf Saya Terlambat Karena Bersihkan Sampah Dulu

oleh -391 views
oleh
Doni Monardo saat jabat Pangdam Pattimura bersilaturahmi ke kantor Harian Suara Maluku. (Foto dok).

suaramaluku.com – Mantan Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam Siliwangi dan eks Danjen Kopassus, Letjen TNI Purn Doni Monardo meninggal dunia. Ia tutup usia pada pukul 17.35 WIB, di RS Siloam, Jakarta.

Staf Khusus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2019-2021 Egy Massadiah, mengonfirmasi Letjen (Purn) DR HC Doni Monardo wafat pada Minggu (3/12/2023) sore.

“Telah meninggal dunia Letjen Purn DR HC Doni Monardo, (Kelahiran 10 Mei 1963) pada hari Ahad 3 Desember 2023 pukul 17.35 WIB,” kata Staf Khusus Kepala BNPB 2019-2021 Egy Massadiah, Minggu (3/12/2023). “Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” lanjut Egy.

Mantan Kepala BNPB itu sebelumnya dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta. Sejumlah pejabat sempat menjenguk Doni di rumah sakit, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ada kienangan menarik dari mantan Pangdam Pattimura periode 2015 – 2017 ini. Ceritanya ketika di awal jabat Pangdam di Ambon, beliau datangi kantor-kantor redaksi koran lokal untuk bersilaturahmi.

Sesuai jadwal maka Harian Suara Maluku diagendakan menerima beliau pukul 09.00 WIT. Ketika pimpinan dan kru sudah siap tepat waktunya, ternyata hingga hampir pukul 10.00 WIT Doni Monardo dan rombongan belum muncul.

Tiba-tida ada utusan dari Kodam Pattimura datang ke kantor Suara Maluku. Dia sampaikan permohonan maaf dari Pangdam karena terlambat datang.namun beliau tetap akan tepati agenda silaturahmi.

Tak berselang lama. Muncul mobil patroli POM dan mengatur arus lintas di jalan Rijali, Belakang Soya, lokasi kantor Suara Maluku. “Panglima sudah dalam perjalanan ke sini,” kata seorang perwira Kodam.

Benar saja. Pangdam Doni Monardo dan staf muncul diantar patroli pengawalan. Pimpinan dan kru redaksi Suara Maluku menyambutnya, berjabat tangan dan persilahkan masuk ke ruang tamu.

“Maaf saya terlambat datang. Bukan karena sibuk. Tapi tadi pagi ketika hendak ke Kodam sebelum kesini. Saya lihat pantai depan rumah dinas di Airsalobar, kotor sekali. Sampah berserakan dimana-mana, terutama botol-botol plastik. Saya tidak bisa lihat begitu, karena itu pencemaran lingkungan,” ungkapnya, awali silaturahmi.

Akibatnya, diakuinya ia tunda ke Kodam dan mengontak Komandan Yonif Riders 733, agar kirim satu peleton pasukan dan peralatan untuk kerja bakti bersihkan sampah-sampah.

“Saya akhirnya turun langsung mengawasi aksi pembersihan pantai bersama prajurit. Sebab, pantai depan rumah dinas itu, saya jadikan sebagai lokasi permandian umum semua komunitas. Makanya sudah bersih dulu barulah saya kesini, jadi terlambat,” tutur mantan Komandan Paspampres itu.

Pimpinan dan kru Suara Maluku terkejut mendengar penjelasan Doni Monardo tentang terlambat datangnya. Begitu mulia, tanpa pamrih, mencintai lingkungan dan alam. Juga sangat mengagumi sumber daya alam Maluku.

Untuk mencairkan suasana. Pemimpin Redaksi Suara Maluku, Novi Pinontoan, menyampaikan salut dan rasa hormat pada kepeduliannya terhadap lingkungan dan alam.

Sambil berkelakar, kepada beliau kami sampaikan bahwa sosok dan wajah beliau tidak menampakan raut wajah jenderal para komando alias Kopassus, garang, wibawa, keras bahkan sangar.

Mendengar hal itu, Doni Monardo tersenyum lebar. “Ya itu dulu. Jaman sudah berubah. Tidak perlu sangar, garang. Saya waktu jabat Danjen Kopassus, saya ubah suasana markas lebih humanis. Yang penting profesionalisme harus dijaga;” ujarnya.

Selama dua tahun lebih pimpin Kodam Pattimura, almarhum dalam berbagai kesempatan mengagumi keindahan dan potensi sumber daya alam Maluku. Ia menyebut alam Maluku sangat kaya, sayangnya belum dikelola dengan baik.

Jenderal bintang tiga pencinta alam ini, bahkan menilai Ambon Maluku tidak kalah indah dengan Bali. “Saya pernah bertugas sebagai Danyon 741 di Jembrana Bali. Jadi saya bisa bandingkan. Alam Ambon Maluku indah. Hanya belum dikelola secara profesional,” katanya.

Kiprah Doni Monardo sebagai Pangdam Pattimura harus diakui dikenal luas. Beliau inovatif, kreatif, pencinta alam dan membaur dengan rakyat. Terutama dengan nelayan dan petani termasuk dengan banyak komunitas.

Meskipun bukan sebagai Gubernur atau kepala daerah. Namun tiga program unggulannya di Maluku terkenal secara nasional dan internasional. Yaitu program “Emas Biru” dan “Emas Hijau” serta “Emas Putih”.

“Emas Biru” yaitu beliau memanfaatkan potensi sumber daya laut di Ambon Maluku. Dengan cara mengajak para nelayan di pesisir untuk membuat keramba ikan sesuai dengan jenis ikan yang bernilai ekonomis.

“Emas Hijau” adalah program melestarikan dan memanfaatkan hasil hutan yang berciri khas lokal Maluku. Misalnya kayu Toren di Tanimbar yang langka di dunia. Ia mengaku telah membawa beberapa anakan untuk dikembangkan dan dibudidayakan oleh Balai Pertanian di Bogor.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan “Emas Putih” adalah program merawat kebersamaan, kedamaian dan rekonsiliasi pasca konflik. Hal itu diwujudkan dengan membuat lokasi permandian semua komunitas di pantai Airsalobar, pas depan rumah dinasnya.

Secara nasional, sejak dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala BNPB pada Januari 2019, menginisiasi pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang kemudian menjadi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 pada Maret 2020.

Ia meraih penghargaan penanggulangan Covid-19 dari Presiden Jokowi pada Maret 2023 berkat strategi Pentahelix yang menitikberatkan semangat kegotongroyongan seluruh sumber daya, meliputi kerja sama pemerintah daerah, masyarakat setempat, pakar, akademisi, media, serta sektor swasta.

Selamat jalan Letjen TNI Purn Doni Monardo. Jasa dan pengabdianmu untuk bangsa dan negara, terkhusus buat Maluku tetap dikenang. Beristirahatlah dalam kedamaian abadi. ((NP).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.