suaramaluku.com – Panitia Natal Nasional Tahun 2025 kembali menggelar rangkaian Seminar Natal Nasional yang dilaksanakan di sembilan kota di Indonesia termasuk Kota Ambon, bertempat di Auditorium Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini mengusung tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang terinspirasi dari Matius 1:21–24, sebagai upaya perkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa.
Rangkaian seminar ini merupakan bagian dari agenda resmi Natal Nasional 2025, yang tidak hanya fokus pada diskursus akademik dan refleksi iman, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial berskala nasional.
Berbagai program kemanusiaan antara lain penyaluran 10.000 paket bantuan sosial, tanggap bencana di Sumatera dan Jawa Timur, pemberian beasiswa di 10 wilayah prioritas senilai Rp 10 miliar, perbaikan 100 gereja, serta bantuan 35 unit ambulans di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia.
Total nilai bantuan mencapai lebih Rp 40 miliar dan seluruhnya tidak gunakan dana APBN. Hingga saat ini, dana gotong royong yang berhasil dihimpun capai Rp 62 miliar, hasil solidaritas lintas iman dari umat Kristiani, Muslim, Buddha, dan masyarakat umum dari berbagai latar belakang sosial.
Panitia juga menetapkan komposisi penggunaan dana sebesar 70 persen untuk bantuan sosial dan 30 persen untuk penyelenggaraan kegiatan.
Pelaksanaan Seminar Natal Nasional dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah.
Diharapkan seminar ini mampu memetakan tantangan nyata yang dihadapi keluarga-keluarga Indonesia, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama.
Hasil rangkaian seminar nasional itu direncanakan akan diterbitkan dalam bentuk buku elektronik (e-book) agar dapat diakses secara luas dan memberi dampak berkelanjutan bagi keluarga Indonesia di tengah tantangan zaman.
Seminar ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan Subtema “Judi Online, Kesehatan Mental, dan Keuangan.”
Panitia menegaskan bahwa subtema tersebut dipilih sebagai bentuk refleksi iman Kristen atas realitas sosial kontemporer, khususnya maraknya praktik judi online yang berdampak langsung terhadap kesehatan mental, kondisi ekonomi, serta ketahanan keluarga.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, pemuda lintas gereja, aktivis organisasi kepemudaan, akademisi, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah, sebagai wujud kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama untuk melawan judi online.
Rangkaian seminar di Ambon diisi dengan Talkshow Isu Lokal yang terbagi dalam dua sesi.
Pada Sesi I bertajuk “Generasi Muda Maluku Melawan Judi Online: Menangkal Bahaya, Membangun Masa Depan”, dengan narasumber Marthin A. Hutabarat (Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI), Pdt. Elifas T. Maspaitela (Ketua MPH Sinode GPM periode 2020-2025) serta Drs. Bodewin Wattimena MSi (Walikota Ambon).
Para narasumber menegaskan bahwa judi online merupakan ancaman serius bagi generasi muda, keluarga, dan ketahanan sosial masyarakat Maluku.
Sementara itu, Talkshow Sesi II menghadirkan Perspektif Multidisipliner melalui paparan Dr. Theopanny P. T. Rampisela S.Psi M.Ed (dosen FKIP Unpatti sekaligus Psikolog), Pdt Sonny Situmorang D.Min (Pakar komunikasi dan kebebasan beragama) serta Dr. Renny H. Nendissa SH MH (dosen Fakultas Hukum Unpatti).
Para pembicara menyoroti dampak judi online terhadap kesehatan mental, kerentanan ekonomi keluarga, serta konsekuensi hukum yang tegas bagi para pelaku.
Panitia menegaskan bahwa Seminar Natal Nasional 2025 tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang refleksi iman dan gerakan sosial.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pementasan drama teatrikal yang gambarkan realitas sosial keluarga masa kini, khususnya dampak judi online terhadap relasi keluarga dan masa depan anak muda.
Sebagai puncak kegiatan, panitia memfasilitasi “Deklarasi Gerakan Anak Muda Maluku Menolak Judi Online”, yang diikuti oleh 1.000 anak muda Maluku, dengan pernyataan bersama:
“Dari Universitas Kristen Indonesia Maluku, bersama Anak Muda Maluku, kami menyatakan menolak judi online.”
Deklarasi tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa SH LL.M, Rektor UKIM Dr Steve Gaspersz, Ketua MPH Sinode GPM Pdt Tjak Sapulette STh, pimpinan organisasi kepemudaan, para tamu undangan, dan ditandai dengan penandatanganan spanduk deklarasi sebagai simbol komitmen bersama.
Sedangkan, saat closing ceremony, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi atas inisiatif Panitia Natal Nasional 2025 yang berhasil mengintegrasikan ruang edukasi, refleksi iman, dan gerakan sosial.
Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil sekaligus pilar utama pembangunan daerah, sehingga praktik judi online harus dilawan secara kolektif karena dampaknya yang merusak keluarga dan masa depan generasi muda.
Sebagai informasi, Seminar Natal Nasional 2025 digelar di 9 kota, yakni Bandung (10/12/2025), Medan (11/12/2025), Manado (11/12/2025), Palangkaraya (12/12/2025), Ruteng (13/12/2025), Ambon (15/12/2025), Toraja (18/12/2025), Merauke (19/12/2025), dan puncaknya di Jakarta (3 Januari 2026). (*/SM-12)






