Dua Momentum Bersejarah Iman Kristen di Negeri Ouw Diperingati 

oleh -1,072 views
oleh

suaramaluku.com – Dua momentum bersejarah iman Kristen di Negeri Ouw, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, diperingati dengan khidmat dan penuh sukacita oleh jemaat setempat.

Dua momentum bersejarah itu adalah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-150 Gedung Gereja Pniel Jemaat GPM Ouw dan peringatan 209 tahun baptisan pertama di Negeri Ouw, yang berlangsung pada Sabtu (27/12/2025).

Perayaan tersebut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Ketua I MPH Sinode GPM Pdt Riko Rikumahu, para tokoh gereja, pemerintah negeri, tokoh adat, serta seluruh warga Jemaat GPM Ouw.

Gubernur menyampaikan ucapan syukur dan apresiasi atas keteguhan iman masyarakat Negeri Ouw yang mampu memelihara warisan spiritual Kristen selama lebih dari dua abad.

Menurutnya, peringatan ini bukan sekedar merayakan usia gedung gereja, melainkan momentum refleksi iman atas perjalanan panjang jemaat dalam suka dan duka.

Sejak berdiri pada tahun 1875, Gereja Pniel dipandang sebagai bahtera iman yang terus berlayar menghadapi gelombang zaman, namun tetap berdiri kokoh karena penyertaan Tuhan.

“Momentum ini kiranya semakin memantapkan iman kepada Kristus Sang Kepala Gereja, serta menguatkan panggilan jemaat untuk hidup sebagai garam dan terang dunia,” ujar Lewerissa.

Selain itu, Ia menegaskan bahwa peringatan 209 tahun Baptisan Pertama memiliki makna mendalam bagi identitas Negeri Ouw.

Baptisan menjadi tanda penyerahan diri kepada Tuhan dan fondasi iman yang wajib dijaga lintas generasi, terutama oleh kaum muda, sebagai pewaris nilai-nilai Kekristenan dan adat istiadat negeri.

“Tidak banyak negeri yang mampu merawat ingatan sejarah iman selama lebih dari dua abad. Ini menunjukkan bahwa Negeri Ouw memiliki akar Ketuhanan yang kuat dan peradaban adat yang luhur,” ungkapnya.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Ketua Majelis Jemaat beserta seluruh pelayan gereja, pemerintah negeri, panitia pelaksana, serta seluruh warga Ouw, baik yang berada di kampung halaman maupun di tanah rantau atas dedikasi menjaga Gereja Pniel sebagai simbol iman dan sejarah.

Rangkaian perayaan telah berlangsung sejak 22 Desember 2025, diawali dengan lomba karaoke, jalan sehat dari Gereja Pniel hingga SD Siri-Sori Islam, ibadah malam Kajadiang, ibadah Natal, ibadah syukur Natal, napak tilas Gereja Pniel, hingga puncak ibadah syukur HUT Gereja Pniel ke-150 yang dilanjutkan dengan resepsi pemotongan kue.

Dalam momentum syukur tersebut, putra asal Negeri Ouw, Leonard Manuputty S.AP MSi menyerahkan sebuah buku berjudul “Warisan Tanah, Warisan Iman: Sempe Ouw dalam Lintasan Gereja Pniel” sebagai hadiah syukur bagi jemaat dan negeri.

Buku ini tidak dimaksudkan sebagai catatan sejarah yang lengkap, melainkan sebagai ruang perenungan tentang bagaimana iman, tanah, dan budaya hidup berdampingan dalam kehidupan orang Ouw, dengan fokus pada makna Sempe dan gerabah tanah liat sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan kesetiaan terhadap tradisi.

Perayaan ini juga diwarnai dengan agenda yang diisi dengan bermazmur, makan patita, serta pentas seni budaya, sebagai wujud syukur dan ekspresi identitas budaya Negeri Ouw yang terus hidup seiring perjalanan iman jemaat.

Akhirnya, Gubernur mengajak seluruh warga Jemaat GPM Ouw untuk terus menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan pela gandong, serta menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah berbasis nilai keagamaan.

“Kiranya Gereja Pniel terus menjadi sumber berkat dan pusat pembinaan iman, serta bersama pemerintah daerah mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera, dan damai par Maluku pung bae,” harapnya. (“/SM-12)

No More Posts Available.

No more pages to load.