Walikota: Stand Up Comedy Jadi Ruang “Curhat” ke Pemerintah

oleh -137 views
oleh

suaramaluku.com – Pertunjukan stand up comedy kini bukan sekadar hiburan, tetapi telah menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah secara kreatif dan menghibur.

Di atas panggung, para komika mampu mengundang tawa penonton, namun di balik humor tersebut terselip berbagai keresahan dan realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

Tak jarang, materi yang dibawakan menjadi bentuk “curhat” publik—menyampaikan unek-unek dengan cara yang ringan, tetapi tetap tajam dan menyentil, termasuk terkait berbagai kebijakan pemerintah.

Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena menjelaskan, fenomena ini menunjukkan bahwa stand up comedy telah menjadi salah satu media aspirasi masyarakat. Bahkan, kritik yang disampaikan sering kali langsung mengarah pada isu-isu strategis.

Seperti penataan kawasan Pasar Mardika, yang kerap menjadi sorotan dan bahan candaan yang mengena.

Ia menyadari bahwa di balik setiap kritik dan candaan tersebut, terdapat pesan dan harapan dari masyarakat.

Jika para komika dan warga bisa menyampaikan “curhat” mereka, maka pemerintah pun sebenarnya setiap hari menerima berbagai bentuk aspirasi, baik melalui media sosial seperti TikTok maupun Facebook, yang menjadi ruang interaksi langsung dengan masyarakat.

“Bagi kami, semua komentar dan masukan itu adalah bentuk aspirasi yang harus ditindaklanjuti melalui kerja nyata. Pejabat publik mungkin tidak bisa ‘curhat’ secara bebas, tetapi kami mendengar dan rasakan apa yang disampaikan,” ungkapnya saat buka Pertunjukan Stand Up Comedy John Laratmase, Sabtu (25/4/26) di Taman Budaya, Karang Panjang.

Sebagai bentuk keterbukaan, Walikota juga menyampaikan satu pesan sederhana kepada masyarakat: menjaga kota adalah tanggung jawab bersama.

Ia mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, mematuhi waktu pembuangan yang telah ditetapkan, serta mendukung penataan kota, termasuk bagi para pedagang pasar Mardika agar beraktivitas pada tempat yang disediakan.

“Pemerintah Kota Ambon juga terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu program prioritas. Ruang kolaborasi dibuka seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkarya, termasuk melalui seni pertunjukan seperti stand up comedy,” tandasnya.

Dengan demikian, pemerintah tidak hanya hadir sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai pihak yang mau mendengar, memahami, dan merespons “curhatan” masyarakat, demi mewujudkan Ambon yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi semua. (*/SM-12)

No More Posts Available.

No more pages to load.