Cegah Bahaya Narkoba di Kampus, Tim PKM UKIM Gelar Edukasi Preventif Bagi GM di Masohi

oleh -29 views
oleh

suaramaluku.com – Sebagai bagian dari komitmen perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Dampak Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Generasi Muda (GM).

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/8/2026) ini diikuti secara intensif oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Dr. Djar Wattiheluw, di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh Alynne Hermyn Matulapelwa SH MH selaku Ketua, bersama Dr. Ardilson Pembuain ST MSc sebagai Dosen Anggota serta didukung oleh Meyske Hurulean yang mewakili unsur mahasiswa Fakultas Hukum UKIM (Sekretaris Senat Mahasiswa Fakultas).

Dalam kegiatan penyuluhan, para mahasiswa diberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampaknya terhadap kondisi fisik dan mental, pentingnya membangun kesadaran untuk menjauhi perilaku yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda.

Mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai pengertian dan bentuk penyalahgunaan narkoba, faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, serta dampak yang ditimbulkan bagi individu maupun lingkungan sosial.

Para peserta diajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk pergaulan dan lingkungan yang berpotensi mendorong penyalahgunaan narkoba.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Karena itu, edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran preventif di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa.

Ketua Tim PKM UKIM, Alyn Matulapelwa, menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa dalam memutus rantai penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Mahasiswa bukan hanya perlu mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga harus memiliki kesadaran dan keberanian untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba serta ikut mengedukasi lingkungan sosial. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan kemudian menjadi gerakan bersama,” ujar Alyn.

Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan kampus dan disebarluaskan kepada teman sebaya maupun masyarakat.

“Perguruan tinggi mempunyai peran strategis dalam membangun karakter dan kesadaran generasi muda. Karena itu, kegiatan edukasi seperti ini penting untuk terus dilakukan agar mahasiswa mampu memilih pergaulan yang sehat dan mengambil keputusan yang tepat untuk masa depannya,” lanjutnya.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat mendorong tumbuhnya kesadaran dan kepedulian mahasiswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Tim PkM UKIM menegaskan bahwa membangun generasi muda yang sehat dan berkarakter membutuhkan edukasi yang berkelanjutan serta keterlibatan semua pihak. Mahasiswa pun diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya tersebut, mulai dari lingkungan kampus hingga masyarakat.

“Generasi muda harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan memilih masa depan yang sehat, produktif, serta penuh prestasi,” tutup Alyn. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.