Krisis Pangan Dunia, Peluang bagi Masyarakat Tanimbar

oleh -50 views

suaramaluku.com – Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT) Danniel Edward Indey menilai, sebenarnya ancaman krisis pangan tersebut dapat menjadi peluang besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Tanimbar.

“Karena masih terdapat banyak lahan tidur di Tanimbar, yang belum dimanfaatkan atau dikelola oleh masyarakat setempat sebagai sumber penghasilan, bahkan pekarangan rumah yang menurutnya bisa dijadikan sebagai kebun keluarga,” ujar Daniel, Senin (20/6/2022).

Hal ini disampaikan Daniel, usai dirinya mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), terkait Pengawasan Intern Tahun 2022 bertemakan “Produk Dalam Negeri Untuk Bangsa Mandiri” yang diikutinya secara virtual dari Ruang Meeting Zoom Pemda KKT.

Pada rakornas ini, kata Daniel, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa situasi saat ini adalah situasi yang tidak mudah, untuk menghadapi ancaman krisis pangan, ancaman krisis energi, ancaman kenaikan inflasi, yang terjadi secara global, dan semua ancaman tersebut turut dialami Indonesia hingga saat ini.

“Krisis global sendiri adalah merupakan suatu peristiwa, dimana seluruh sektor ekonomi di pasar dunia mengalami keruntuhan atau keadaan gawat dan turut mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia, salah satunya tentang krisis bahan pangan,” ujar Daniel, sebagaimana disampaikanPresiden Jokowi.

Menurut Daniel, Presiden Jokowi mengimbau kepada para penjabat bupati walikota dan gubernur di tanah air, untuk bisa lakukan program atau kegiatan yang lebih menyentuh masyarakat,.

“Karena kita akan hadapi krisis global, ini akibat dari dampak perang Rusia – Ukrania,” terangnya.

Arahan Presiden jokowi tersebut, dinilai daniel, senada dengan tujuh program dirinya yakni tentang pemberdayaan masyarakat. Dikaitkan dengan komoditi unggulan di Tanimbar, yakni jagung, pisang, dan umbi-umbian, selain sektor perikanan.

“Dimana apabila pangan lokal ini dikelola dengan baik oleh masyarakat, mulai dari bahan mentah atau baku menjadi setengah jadi atau produk jadi, maka tentu akan memberikan nilai tambah dan membangkitkan ekonomi rakyat,” tandasnya.

Dia menuturkan, jika kita menjual pisang dalam kondisi satu tandan, harganya Rp50.000. “Tapi jika bisa diolah menjadi keripik pisang aneka rasa, maka nilai satu tandan itu bisa berkali lipat,” ujarnya.

Untuk itu Daniel mengimbau agar masyarakat ketika mendengar akan adanya krisis pangan, jangan menjadi panik, namun kiranya menjadikan isu global tersebut sebagai peluang.

“Karena lahan kita yang besar, banyak yang bisa kita manfaatkan untuk menciptakan produk khas daerah sendiri yang bisa menciptakan nilai tambah dan bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkasnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.