Anna Latuconsina, Sosok Low Profile yang Terus Berkarya untuk Maluku

oleh -8,303 views
oleh

“Ya, bekerja dengan hati, bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan rakyat, daerah dan bangsa. Dan tentunya bekerja nyata, bukan asal omong saja. Yang penting juga kita sehat dan tetap aktif berpikir untuk kemaslahatan banyak orang serta menikmati semua yang dijalani dan tetap semangat,” beber ibu dari lima anak dan belasan cucu ini.

AKTIFITAS PARIWISATA

Kiprah Anna Latuconsina dikenal bukan hanya sebagai politisi atau senator. Ia sebelumnya sudah berkecimpung dalam bidang pemberdayaan perempuan, pendidikan dan pariwisata di Maluku.

Khusus pariwisata, ia tidak asal tebar pesona atau janji-janji saja. Namun berbuat nyata dan membuat lokasi atau destinasi yang memanfaatkan potensi keindahan pesisir laut atau pantai dan pulau di Ambon – Maluku.

“Sejak akhir tahun 1990 an, beta dan tim sudah survei beberapa lokasi dan pulau eksotik di Maluku Utara (masih salah satu kabupaten di Provinsi Maluku). Namun tahun 1999 mereka mekar jadi provinsi sendiri. Jadi rencana mendirikan destinasi wisata pantai dialihkan ke Maluku,” ungkap Ibu Anna.

Ia akhirnya memilih dua lokasi di Pulau Ambon dan Pulau Seram untuk berinvestasi sekaligus memajukan pariwisata di Maluku. Yakni bangun Baguala Beach Resort di kawasan Waitatiri Negeri Suli dan Ora Beach Resort di Saleman, Seram Utara, Maluku Tengah.

Belakangan Ibu Anna juga membuka destinasi wisata baru. Lokasinya masih di Pulau Ambon. Yaitu Ume Ata Resort di Negeri Tial, kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

Dari ketiga lokasi itu, Ora Beach Resort di Seram Utara yang fenomenal. Terkenal bukan saja di dalam negeri, namun populer hingga ke luar negeri atau internasional. Bahkan Ora Beach sempat dikategorikan sebagai salah satu resort pantai terindah di dunia.

“Beta bangun Ora Beach dengan biaya sendiri. Investasinya sesuai dengan kemampuan saja. Beta tidak berani gunakan investasi besar, misalnya pinjam dana dari bank. Namun hasilnya Ora Beach diakui secara nasional dan internasional,” jelasnya.

Namun sayangnya, ia masih prihatin dengan kondisi sarana transportasi menuju ke sana. Mestinya semua pihak memandang Ora Beach sebagai aset wisata prioritas bagi daerah maupun masyarakat sekitarnya, sehingga keterlibatan pemerintah daerah bangun akses transportasi terkoneksi dan jalan-jalan yang rusak segera dibenahi.

“Dunia pariwisata itu menjanjikan. Bisa untuk pelestarian alam, jaga tradisi budaya dan nilai ekonomis untuk pemberdayaan masyarakat sekitarnya. Beta pikir kita perlu diskusi bersama semua stakeholder, guna memajukan pariwisata Maluku. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelas Ibu Anna.

Selain di bidang pariwisata, Anna Latuconsina juga dikenal luas sebagai tokoh pemberdayaan perempuan, pemerhati masalah pendidikan dasar, pencinta seni budaya dan sosial kemasyarakatan.

KARIER POLITIK DAN ORGANISASI

* Anggota DPD RI 2009 – 2014
Wakil Ketua Komite III DPD RI
Anggota Badan Akuntabilitas Publik DPD RI
Anggota Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI
Anggota Forum DPD RI untuk Kawasan Indonesia Timur
Sekretaris Penanggulangan Bencana Alam DPD RI
Ketua P2TP2A Provinsi Maluku
Sekjen DPD Al-Hidayah Provinsi Maluku (1995 – 2010)
Ketua DPD Al-Hidayah Provinsi Maluku (2010-2015)
Anggota Dewan Penasihat DPP MKGR (2009-2014)
National Travel Biro (NATRABU) Maluku (1992-1999).

* Anggota DPD RI 2014-2019
Wakil Ketua Komite II DPD RI
Anggota Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI
Anggota Badan Kerjasama Parlemen DPD RI
Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen RI ( 2009- Sekarang )
Members of Working Parlementarians for Human Right, Canberra
Ketua Village Development Foundation (VIDEF) Provinsi Maluku.

* Anggota DPD RI 2019-2024
Anggota Komite II DPD RI
Anggota Badan Pengkajian MPR RI
Anggota Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD)
Anggota Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI
Anggota Badan Kerjasama Parlemen DPD RI
Dewan Penasehat Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI) Provinsi Maluku
Dewan Pembina Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2T2PA) Provinsi Maluku
Dewan Pembina Yayasan Jantong Hati Provinsi Maluku (2004- sekarang). (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.