Apa Kata Mereka Menjelang Pildun 2026 ? (3)

oleh -863 views
oleh

suaramaluku.com – Piala Dunia FIFA 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS) tinggal menghitung jam akan mulai digelar pada Kamis 11 Juni – 11 Juli 2026 nanti.

Euforia menyambut turnamen sepakbola terbesar di planet bumi ini, sudah terasa dimana-mana hingga ke berbagai sudut kota dan kampung-kampung.

Terkait dengan euforia tersebut, kami menghimpun pendapat singkat dari para tokoh publik dengan latar belakang beragam dalam catatan Apa Kata Mereka ?

Berikut ini pendapat para publik figur tersebut :

Johan Lewerissa (Wakil Ketua DPRD Maluku/Ketua Harian PSA Ambon).

Di Pildun 2026 ini. Beta tetap favoritkan timnas Belanda untuk meraih gelar juara pertama kalinya.

Alasannya adalah ini merupakan suatu pilihan dari masa kecil yang terus dipertahankan. Sehingga fanatisme terhadap tim Oranje dilandasi oleh rasionalitas dan juga rasa.

Performa timnas Belanda kali ini dibawah asuhan Ronald Koeman dan perpaduan pemain senior dan muda, maka beta yakin mereka dapat memenangkan piala dunia 2026. Forza Orange !

M.A.F. Haurissa (Direktur Politeknik Negeri Ambon).

Sebagai orang Ambon, kalau bicara Pildun, hati beta tetap untuk tim Oranje Belanda. Alasan sederhana saja. Belanda selalu datang dengan strategi bermain yang enak ditonton dan punya identitas kuat.

Dari era total football sampai permainan modern yang menekankan penguasaan bola, rotasi antar lini, tekanan tinggi dan serangan dari sayap, tim Oranye selalu tampil cerdas dan berani.

Walau tiga kali harus jadi runner up, justru disitulah rasa hormat beta makin besar, karena Belanda selalu punya kualitas, tetapi kurang tenang dan kurang tajam dalam penyelesaian akhir di momen penentu.

Di Pildun 2026 ini, harapan beta sebagai fans mania jelas; Belanda harus tetap bermain dengan ciri khasnya. Tetapi lebih aktif di kotak penalti dan lebih jaga fokus di partai besar.

Kalau strategi kolektif mereka, build up rapi dari belakang, pressing disiplin, dan pergerakan tanpa bola tetap terjaga. Beta yakin, tim Oranye melangkah sampai puncaknya.

Sudah terlalu lama Belanda jadi tim yang dikagumi tanpa mengangkat trophy. Tahun 2026, beta mau lihat tim Oranye bukan saja indah permainan, tetapi juga “kejam” untuk menang dan akhirnya pulang sebagai juara dunia !

“Harapan beta, dari Ambon beta bilang: Oranje boven, kali ini harus juara dunia,” harap Haurissa.

Imran Nahumarury (Eks pemain timnas/mantan pelatih PSIS, Malut United dan Semen Padang).

Ini adalah pertama kalinya Piala Dunia diadakan bersamaan oleh tiga negara. Meksiko juga mencetak sejarah sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah sebanyak tiga kali (setelah 1970 dan 1986)

Karena format baru, total pertandingan melonjak dari 64 menjadi 104 pertandingan. Jumlah tim yang lebih banyak membuat peta persaingan semakin ketat. Banyak pelatih menyebut grup mereka sebagai yang paling berat.

Pemain Multifungsi: Pelatih sangat menyukai pemain yang bisa menjalankan lebih dari satu peran untuk strategi taktik mereka.

Panggung Pelatih Lokal: Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian gengsi antara pelatih lokal dan pelatih asing.

Persiapan yang Singkat: Pelatih harus menyatukan pemain bintang dari berbagai klub dalam waktu yang sangat singkat.

Panggung Mega Bintang: Turnamen ini menjadi saksi kemungkinan aksi penutup (The Last Dance) bagi legenda sepakbola seperti, kiper Meksiko Guillermo Ochoa, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang kali ke 6 ikut Pildun. Sehingga ini adalah panggung terakhir bagi mereka.

Dan yang menarik lagi kita akan melihat trend sepakbola apa yang akan terjadi di Pildun 2026 ini?

Trend sepakbola 4 edisi terakhir yaitu di Afrika Selatan (Posession football), di Brazil (Attacking football), di Rusia (Direct counterattack) dan di Qatar (Counterattack). Nah kita tunggu Amerika/Meksiko/Kanada ini apa?

Soal siapa tim favorit? Dari dulu beta jarang fanatik satu tim. Karena beta lihat cara mainnya dan taktikal apa dari pelatih. Dulu suka Italia. Sekarang lebih suka Portugal. Karena ini generasi emas mereka.

Tim kedua yaitu Jepang. Sebab mereka punya taktik rapi sekali, siapapun yang main tetap sama karena coach Moriyasu bangun filosofi dari bawah. “Dua tim itu kuda hitam loh,” ujar Imran.

Glenn Defretes (Hakim PT Makassar).

Dari dulu sampai sekarang tim Oranye adalah tim favorit beta walaupun belum pernah menjuarai Word Cup. Namun tetap “harga mati” he he.

Apalagi sejak dulu ada beberapa Nyong Ambon (Maluku) yang bermain disitu dan hal ini menjadi kebanggaan tersendiri sebagai orang Maluku.

Walaupun masih diperkuat sebagian besar para pemain mantan Word Cup empat tahun lalu dan pelatihnya Ronald Koeman, kali ini beta optimis Virgil van Dijk dkk akan menjuarai Pildun 2026 ini.

“Jadi, beta fans timnas Belanda ini soal pilihan dan bangga ada anak-anak Indonesia keturunan Maluku di skuad Oranye. Beta optimis perpaduan pemain senior dan muda, bisa bikin Belanda meraih prestasi terbaiknya,” jelas Glenn.

Donny Nanlohy (COO Malut United/Eks Skuad PSA Ambon dan Persebaya).

Bagi beta, timnas Jerman di Pildun 2026 ini layak diunggulkan untuk meraih juara kelimanya.

Soal alasannya. Karena Jerman terkenal punya mental bertanding yang kuat. Juga kali ini miliki kedalaman skuad dan taktik.

Mental mereka sangat teruji, dikenal sebagai tim bermental juara, kedalaman skuad yang merata. Tidak tergantung pada satu individu (person) pemain.

“Strategi pelatih Nagelsman miliki khas yaitu pressing ketat. Karena itu, tim yang melawan Jerman harus fokus 90 menit. Tidak boleh lengah sebab mentalitas mereka, spirit dan fight sampai menit akhir peluit berbunyi,” jelas Donny.

Juga jangan lupa. Timnas Jerman adalah satu-satunya negara Eropa yang berhasil meraih juara dunia di benua Amerika di Brasil tahun 2014. Usai di semifinal hantam tuan rumah 7-1 dan pada final taklukan Argentina 1-0.

Fahmi Salatalohy (Dosen UIN Ambon/Wakil Ketua Orange Communty Ambon).

Peta kekuatan sepakbola Eropa saat ini mulai beralih ke Belanda. Dari semua tim besar yang ada, Belanda terlihat jadi salah satu yang paling siap untuk hadapi Pildun 2026.

Dengan kombinasi pemain muda berbakat yang sedang naik daun serta pemain berpengalaman yang sudah matang di level tertinggi, Belanda menunjukkan perkembangan performa yang semakin konsisten dari waktu ke waktu.

Dalam beberapa tahun terakhir, permainan Belanda terlihat lebih modern, disiplin, dan lebih efektif. Mereka tidak hanya mengandalkan satu atau dua bintang, tetapi benar-benar membangun kekuatan sebagai sebuah tim yang solid. Inilah yang membuat banyak pengamat mulai tempatkan Belanda sebagai salah satu kandidat serius juara dunia.

Sebagai fans fanatik Belanda, saya percaya penuh bahwa tim “Oranye” memiliki potensi besar untuk berdiri di puncak sepakbola dunia. Setiap pertandingan yang mereka jalani selalu bawa harapan baru, bahwa generasi emas Belanda berikutnya benar-benar sedang terbentuk.

Kami tahu perjalanan menuju juara tidak akan mudah. Akan ada tantangan besar, lawan-lawan kuat dari seluruh dunia, dan tekanan yang sangat tinggi. Namun justru di situlah kekuatan Belanda diuji ketika semangat, mental, dan kebersamaan mereka benar-benar dibutuhkan.

Kami tetap berdoa, tetap mendukung tanpa henti, dan terus percaya bahwa suatu saat nanti, timnas Belanda akan kembali ke panggung tertinggi dengan mengangkat trofi Pildun. “Oranje” bukan hanya sekadar tim, tetapi harapan dan kebanggaan yang selalu hidup di hati para pendukungnya.

Di balik semua itu, dukungan suporter akan selalu menjadi kekuatan tambahan yang tidak terlihat di lapangan, tetapi sangat terasa dalam setiap langkah perjuangan mereka.

Di Maluku, khususnya di Ambon, euforia ini justru lebih menunjukkan betapa besarnya cinta dan antusiasme terhadap sepakbola dunia, terutama ketika Belanda berlaga.

Suasana kebersamaan terasa kuat, mulai dari nonton bareng, obrolan di warung kopi, hingga perbincangan hangat di berbagai sudut kota yang penuh semangat “Oranje”.

Meski jauh dari Eropa, dukungan itu tidak pernah terasa jauh di hati. Justru jarak semakin memperkuat ikatan emosional antara suporter dan tim yang mereka cintai.

Setiap gol Belanda seolah menjadi kebahagiaan bersama, setiap kemenangan dirayakan dengan rasa bangga, dan setiap kekalahan menjadi pelajaran untuk tetap setia mendukung.

Di Ambon, semangat itu hidup dalam cara yang sederhana tapi tulus bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan, harapan, dan identitas sebagai fans yang selalu berdiri di belakang tim “Oranye” apa pun yang terjadi. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.