Apa Kata Mereka Tentang Pildun 2026 ? (4)

oleh -1,959 views
oleh

suaramaluku.com – Piala Dunia FIFA 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS) sudah digelar pada Kamis 11 Juni – 11 Juli 2026 nanti.

Euforia menyambut turnamen sepakbola terbesar di planet bumi ini, terasa dimana-mana hingga ke berbagai sudut kota dan kampung-kampung.

Terkait dengan euforia tersebut, kami menghimpun pendapat singkat dari para tokoh publik dan masyarakat dengan latar belakang beragam dalam catatan Apa Kata Mereka ?

Berikut ini pendapat mereka masing-masing :

R.J. Pattiselanno (Wakil Ketua Konsil Kesehatan Indonesia).

Bagi beta di Pildun 2026 ini. Ada dua timnas yang beta unggulkan dan suka permainan mereka. Yaitu Spanyol dengan Argentina.

Alasannya sederhana saja. Unggulkan Spanyol karena didukung pemain-pemain muda dengan kualitas individu maupun kualitas tim (team work) yang sangat bagus.

Mereka juga teruji di salah satu liga top di Eropa yakni La Liga bersama klub-klub Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Villareal dan lainnya serta juga di Liga Inggris dan Jerman.

Sedangkan, kenapa juga favoritkan Argentina?

Karena mereka didukung pemain-pemain yang sangat matang dan punya kualitas juga mumpuni.

Apalagi Argentina berstatus juara bertahan dan masih dimotori mega bintang, Lionel Messi serta lainnya dan coach Scaloni.

“Harapan beta, Spanyol lawan Argentina di partai final,” ujar figur yang biasa disapa dokter Robby ini.

Sonny Hetharia (Dosen UKIM Ambon)

Beta favoritkan timnas Jerman di Pildun 2026 ini, karena terkenal sebagai tim spesialis turnamen (tidak pernah absen sejak 1954 hingga 2026 ini).

Jerman miliki mentalitas juara, terbukti dalam sejarah dan tradisi: mereka menembus final sebanyak 8 kali dan juara 4 kali !

Fakta ini tentu akan berikan keyakinan kepada skuad saat ini dapat berprestasi sama dengan para pendahulunya, meraih dan menambah gelar juara !

Dari sejarah dan tradisi, Jerman tim yang miliki tipikal: tidak tergantung seorang pemain bintang tapi pada kekompakan dan kerja sama tim. Selain itu, terkenal dengan spirit pantang menyerah. Jangan katakan Jerman telah kalah sebelum wasit meniup peluit tanda pertandingan telah berakhir.

Namun, kita tidak hanya terlena prestasi masa lalu, tanpa melihat keadaan tim saat ini. Jerman kiini, memiliki fondasi dan kedalaman tim sangat kuat dan beta percaya akan melangkah jauh di Pildun 2026 ini.

Kita lihat bahwa tim Jerman saat ini telah bangkit dari peristiwa 2018 dan 2022 saat gugur di fase grup. Mereka kini, berisi wajah-wajah baru (kecuali kiper Manuel Neuer) yang belum pernah rasakan juara dunia 2014, ingin buktikan kapasitas mereka, terbukti kemenangan 9 kali beruntun sebelum dimulai event ini.

Banyak orang yang melihat kegagalan tahun 2018 dan 2022, mulai meremehkan Jerman, tapi terbukti ketika diremehkan, maka mereka akan bangkit dengan kwalitas aslinya (jangan lupa peristiwa final 1974).

Beta juga melihat Jerman kini memiliki fondasi tim kuat dan solid, bertumpu pada para pemain Bayern Muenchen, yang menguasai Liga Jerman dan lolos semifinal Liga Champion Eropa, plus pemain yang perkuat tim elit Eropa. Kekompakan, pengalaman para pemain ini jadi modal baik untuk bentuk kekuatannya kembali.

Terakhir, Jerman kini dinakhodai pelatih muda berkualitas dan bertalenta: Julian Nagelsmann, yang telah menunjukan kapasitasnya, baik sewaktu menukangi Bayern Muenchen, maupun ketika dipercayakan menangani tiimnas.

Nagelsmann memiliki kemampuan strategi yang hebat dan mampu meracik potensi pemain-pemain Jerman, terbukti dengan kemenangan beruntun diraih menjelang perhelatan turnamen ini.

Dengan kondisi Jerman saat ini, beta prediksi, Der Panzer akan melangkah jauh dan berpeluang untuk meraih gelar kelimanya. Deutschland Uber Alles !

Najib Assagaff (Mantan pemain Tim PSSI dan PSA Ambon).

Sebagai mantan pesepakbola, beta sambut euforia turnamen Pildun 2026. Ini supaya masyarakat juga bergairah untuk senangi olahraga.

Namun kalau bicara timnas mana yang beta punya favorit? Ada dua tim yaitu Brasil dan Belanda. Tanpa mengurangi rasa hormat untuk tim-tim besar lainnya.

Kenapa harus Brasil? Karena ciri khas mereka tersendiri. Skill individu bagus, kerjasama antar pemain dari kaki ke kaki, punya naluri tersendiri.

Serangan balik cepat (counter attack) dari satu lini ke lini lain mengalir baik. Sebab didukung ketrampilan dan kemampuan para pemainnya.

Jangan lupa juga. Brasil dengan julukan tim Samba, adalah peraih juara dunia terbanyak. Itu bukti mereka sebagai negara sepakbola terbaik.

Sedangkan soal suka timnas Belanda. Karena mereka punya sejarah panjang juga. Tiga kali lolos ke final, tetapi keberuntungan belum berpihak. Makanya dijuluki “juara tanpa mahkota”.

Era keemasan Belanda selalu dikenang saat diperkuat Johan Cruiff, Johan Neesken, Johny Rep, hingga Van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Ronald Koeman dll.

Beta suka ciri khas pola permainan Total Football nya, menyerang adalah pertahanan. Penguasaan lini per lini lapangan, dengan strategi menekan lawan, naluri cetak gol. Itulah khas Belanda.

“Makanya beta optimis partai final nanti, semoga Brasil ketemu Belanda,” ujar Najib, yang aktif bermain di tahun 1980-an.

Jeffry A.P. (Karyawan Swasta di Jakarta).

Soal tim favorit, beta sejak dulu fans tim-tim kuat dari Eropa dan Amerika Latin. Namun di Pildun 2026 ini, beta suport tim Asia terutama Jepang. Apalagi Korea sukses di partai awal grupnya kalahkan Afsel 2-1.

Beta ingin mendukung timnas negara Asia. Misalnya Jepang, karena mereka suka bikin kejutan. Pemainnya juga bagus dan berkualitas.

Kebanyakan main di Liga Belanda, Jerman, Italia dan Inggris. Nah saat Jepang ketemu Belanda, paling tidak mereka sudah tahu cara permainan Belanda.

Penyerang Jepang rata-rata main di Eredivisie Liga Belanda. Seperti di Ajax, Feyenoord maupun di Bayern Muenchen.

“Jadi, pada tanggal 15 Juni kita tunggu kejutan dari Jepang saat lawan Belanda. Beta prediksi, Jepang menang tipis atau seri,” kata Jeffry.

Chaky Parera (Pensiunan PNS).

Beta menilai, Inggris salah satu favorit juara Pildun 2026, karena tim ini memiliki lini tengah dan depan yang sangat menakutkan bagi negara lain. Mereka juga teruji di liga paling keras dan top di benua Eropa.

Apalagi, mereka kini dilatih coach terkenal Thomas Tuchel, dengan miliki materi skuad kelas dunia di berbagai posisi dengan motor penggerak seperti Jude Bellingham (Real Madrid), Bukayo Saka (Arsenal), dan striker top Harry Kane (Bayern Munich), ketiganya punya pengalaman di berbagai liga elit Eropa.

Serta didukung oleh para pemain muda yang juga punya kualitas bagus, tinggal bagaimana Tuchel meramu strategi yang tepat menghadapi lawan.

Sebagai fans, mungkin harus mewaspadai sektor pertahanan yang sedikit ada kelemahan sepeninggal era keemasan para bek seperti Rio Ferdinand, Jimmy Carragher, Glen Johnson, Ashley Cole atau Jhon Terry dll nya.

Tetapi dengan kombinasi pemain muda dan senior, beta yakin Inggris dapat berbuat banyak di Pildun dan tidak menutup kemungkinan The Three Lions meraih juara dunia 2026, untuk kedua kalinya sejak Pildun 1966.

“Jangan lupa. Inggris sangat berbahaya karena memiliki kebiasan mengeksploitasi bola mati. Itu dimiliki oleh Declan Rice, motor gelandang mereka yang sudah terbukti di liga domestik atau Eropa,” tutur Chaky.

Yancy Latuiperissa (Pensiunan PNS).

Beta lihat euforia Pildun 2026 ini dimana-mana. Bahkan di instansi pemerintah atau swasta di Ambon Maluku. Ini sesuatu yang positif, masyarakat gembira, di saat ekonomi lagi terpuruk. Wajarlah sebagai hiburan gratis.

Hanya saja. Bagi beta. Bila melihat euforia dan antusias masyarakat Ambon Maluku yang “gila” sepakbola, kenapa kita tidak ada tim di Liga Indonesia? Misalnya PSA Ambon atau Persemalra dan lainnya yang pernah punya nama besar di kompetisi bola nasional.

Beta prihatin. Karena PSA dulu disegani di level nasional. Sekarang kita malah kalah dari saudara di Maluku Utara, yang punya klub elit di Liga 1 Indonesia yakni Malut United FC.

Selain itu, anak-anak Ambon atau Tulehu harus berkarier di luar daerah. Karena kita tidak punya klub untuk tampung mereka. Belum lagi, kita cuma bangga ada keturunan Ambon Maluku di timnas Indonesia atau Belanda. Padahal di tanah asalnya tidak ada klub di Liga 1 atau 2.

“Jadi, beta saran saja. Kita boleh punya tim-tim favorit di Pildun 2026. Namun beta lebih bangga kalau pembinaan sepakbola di Ambon Maluku harus bangkit dong. Paling tidak kembalikan nama besar PSA Ambon,” ungkap Yancy. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.