Memori Tinju PON 1977, Kacau Akibat David Matita vs Syamsul Anwar, Eddy Gomies Diteriaki Pengkhianat

oleh -2.228 views
Tim tinju Maluku di PON IX tahun 1977 di Jakarta dan Eddy Gomies petinju asal Ambon yang perkuat DKI Jaya waktu itu. -dok pribadi-

suaramaluku.com – ARENA Pekan Olahraga Nasional (PON) selalu menjadi persaingan antar provinsi, gengsi dan prestise. Bahkan bukan saja memunculkan kebanggaan, tetapi juga fanatisme pendukung.

Gelaran PON kini sudah memasuki edisi XX atau ke-20 sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1948 di Solo, Jawa Tengah. PON 2021 kali ini bertindak sebagai tuan rumah adalah Provinsi Papua yang tersebar pada kota Jayapura, Timika dan Merauke.

Terkait dengan itu. Dalam sejarahnya, pada PON IX tahun 1977 di Jakarta khususnya di cabang olahraga tinju, sempat terjadi insiden kericuhan saat babak semifinal yang digelar di arena Hall C Senayan.

Insiden kekacauan terjadi ketika dipertandingkan partai semifinal kelas welter ringan, antara petinju Maluku David Matita lawan petinju DKI Jaya, Syamsul Anwar Harahap.

Aroma persaingan sudah terjadi sejak awal antara tim tinju Maluku dan DKI Jaya. Pasalnya, pelatih maupun beberapa petinju DKI adalah asal Maluku juga.

Pelatih tinju DKI saat itu yakni John Malessy. Sedangkan pelatih Maluku yaitu Teddy van Room. Keduanya merupakan pelatih nasional juga.

Sedangkan di skuad tinju DKI Jaya di PON 1977 terdapat nama-nama petinju beken asal Maluku seperti Ronny Sarimole, Charles Thomas, Eddy Gomies dan Wiem Gomies. Juga ada nama Frans VB.

Baca Juga: Nico Thomas, Satu dari Dinasti Tinju Maluku yang Jadi Juara Dunia Pro

Di kubu Maluku diperkuat Herry Maitimu, Bram Talla, Rudolf Rumondor, David Matita, Menny Matatula dan Beni Keliombar.

Akibat persaingan tersebut ditambah pendukung tim tinju Maluku di Jakarta yang membludak, maka setiap petinju Maluku bertemu DKI selalu ada ketegangan.

Puncaknya, pertemuan semifinal kelas welter ringan antara David Matita vs Syamsul Anwar. Baik David maupun Syamsul adalah petinju nasional. Syamsul bahkan berstatus juara Asia saat itu.

Dalam pertarungan itu. Ada momen pukulan tangan kidal Syamsul Anwar yang terkenal keras mendarat di bagian perut David Matita. Ia pun terjatuh dan tidak bisa lanjutkan pertarungan.

Namun itulah penyebab terjadi kekacauan di malam semifinal tersebut. Pendukung Maluku di sekitar ring tinju melihat pukulan Syamsul itu mendarat di bawah perut yang masuk kategori dilarang.

Akibatnya aksi protes wasit dan kericuhan tak terhindarkan. Pendukung Maluku mengamuk. Partai semifinal terhenti sementara hingga aparat keamanan tambahan didatangkan untuk meredam situasi dan kondisi.

No More Posts Available.

No more pages to load.