ANAK WARTAWAN
Tanpa diketahui banyak kalangan di Ambon, Agus Ririmasse adalah anak dari mantan wartawan senior di Ambon pada era 1970 an hingga 1990 an yaitu John Ririmasse.
Semasa hidupnya, John Ririmasse merupakan wartawan beberapa media cetak diantaranya koran Sinar Harapan Edisi Maluku, LKBN ANTARA dan Mingguan Suara Maluku hingga jadi Harian Suara Maluku pun almarhum tetap bergabung sampai beliau undur diri.
“Iya benar. Beta papa itu untuk John Ririmasse. Beliau memang wartawan saat beta dan basudara masih sekolah di Ambon. Jadi, profesi jurnalis atau dunia pers, tidak asing bagi kami sekeluarga,” ungkap Agus kepada media ini, setelah dilantik sebagai Sekot Ambon, Selasa (21/12/2021).
Menurutnya, pekerjaan wartawan adalah sebuah profesi yang butuh profesionalisme, keuletan, kerja keras, disiplin, skill dan bangun relasional. “Beta lihat itu ditakukan papa semasa jadi wartawan. Beta bangga sebagai anak wartawan,” ujarnya.
Lantaran itu, Agus menyatakan, dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekot Ambon, dirinya akan membangun kemitraan dengan kalangan wartawan berbagai media massa.
“Wartawan atau media massa sangat penting untuk sosialisasi dan penyebaran berbagai informasi, program dan kebijakan pembangunan oleh Pemkot Ambon. Apalagi kini adalah era nya informasi dan komunikasi,” tutur Agus, yang beristrikan Dra Yohana G. Pakereng AP MSi dan memiliki dua putra.
ATLET DAN PELATIH KARATE
Ada sisi lain dari figur Sekot Ambon yang baru ini. Apa itu?
Ternyata Agus Ririmasse adalah mantan atlet karate atau karateka yang punya prestasi nasional. Bahkan juga menjadi pelatih tim NTT untuk even nasional dan internasional.
Seabrek prestasi sudah diraihnya. Diantaranya meraih medali emas Kumite -70 Kg Kejurnas STIE YPKP Piala Menpora tahun 1994 di Bandung, medali emas Kumite Beregu dan kelas +80 Kejurnas Piala Pangdam Udayana 1998 di Kupang, medali emas Piala Kapolda NTT 2001 di Kupang, dan skuat Tim Pra PON Karate NTT 2000 di NTB,
Saat pensiuni sebagai karateka. Pengalaman dan kemampuan Agus Ririmasse tetap digunakan. Ia alih fungsi jadi pelatih dan membawa anak asuhannya bertanding di level internasional.
Diantaranya ia menjadi pelatih tim nasional PB INKANAS pada kejuaraan karate AFUKO tahun 2005 di China. Berikutnya, pelatih tim FORKI NTT pada kejuaraan karate Malaysia Open 2019 di Kuala Lumpur serta pelatih tim FORKI NTT pada kejuaraan Thailand Open 2019 di Bangkok.
“Beta dari dulu memang geluti olahraga karate. Serius berlatih dan disiplin itu kuncinya, sehingga bentuk karakter kita. Setelah pensiun sebagai atlet, beta beralih jadi pelatih. Olahraga memang bagian dari hidup beta,” ungkap pemegang sabuk DAN IV sejak tahun 2010 di Jakarta ini.
Kini aktifitas keseharian Agus Ririmasse berlangsung di tanah kelahiran, tanah asalnya, Kota Ambon Manise yang punya moto “Bersatu Manggurebe Maju” dan berpredikat “City of Music”.
Selamat dan semoga sukses dalam mengemban tugas dan tanggungjawab sebagai Sekot Ambon. “Tete Manis berkati bung selalu”. (novi pinontoan)






