SAYANGNYA TAK BERMINAT
Namun demikian, dalam pantauan media ini di komunitas masyarakat olahraga, sosok Ketua KONI Maluku sangat dibutuhkan figur-figur yang memang sudah pengalaman pimpin cabang olahraga atau mantan olahragawan, pembina yang bergelut dan mengabdi di olahraga.dengan serius.
Pasalnya, memimpin organisasi olahraga tidak seperti perusahaan, partai politik atau pemerintahan. Karena KONI sifatnya kordinasi, konsen, butuh waktu dan perhatian serta bisa membaur dengan atlet, pelatih, pembina. Sebab tdak ada hirarki atasan bawahan di dunia olahraga seperti di birokrasi.
Pengalaman Pelatda PON dan PON 2021 di Papua menjadi catatan buruk. Mulai dari keluhan atlet soal makanan, kesehatan, juga tidak dikunjungi pimpinan daerah selama Pelatda atau PON, serta persoalan lamanya bonus atlet dan pelatih jadi kisah negatif yang mestinya jangan terulang.
Karena itu, disayangkan tokoh-tokoh Maluku yang sudah berpengalaman selama ini di dunia olahraga, baik sebagai mantan atlet, pengurus dan pembina olahraga di Ambon Maluku maupun di luar tidak ikut daftarkan diiri atau tidak berminat.
Mereka diantaranya Letjen TNI Purn Jeffry Rahawsrin (JR), Abdullah Tuasikal (AT), Dirk Soplanit (DS), Richard Louhenapessy (RL), Markus Jopie Papilaya (MJP), Hendrik Lewerisa (HL) dan Sam Latuconsina (SL). Serta tokoh muda yang sudah teruji di cabor dayung yakni Anos Yermias (AY).
Nama-nama itu sudah punya pengabdian dan pengalaman di dunia olahraga Maluku maupun nasional selama ini. JR misalnya sudah urus tinju belasan tahun dimanapun ia bertugas dan kini jadi Ketua Harian PP Pertina.








