446 Tahun Kota Ambon; Kota Sejarah yang Pernah Jadi “Ibukota Indonesia” dan Tempat Lahir Penjabat Presiden RI

oleh -13,215 views
oleh
Kota Ambon Tempo Doeloe

 

“IBUKOTA INDONESIA”

Ambon adalah sebuah kota penting dan bersejarah. Dalam perkembangannya, Ambon berubah menjadi kota sedang, yang punya reputasi hebat dalam sejarah bangsa ini, baik masa kolonial, perintis dan perjuangan kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan.

Dalam catatan sejarah di masa kolonial, Ambon merupakan kota penting dan utama di nusantara. Bahkan kepala pemerintahan Hindia Belanda atau sebelumnya oleh Portugis dan kemudian Inggris, Spanyol juga Jepang, pimpinannya yang disebut Gubernur Jenderal berkedudukan di Ambon atau “Ibukota Indonesia”.

Barulah oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen pada tahun 1600 an, pusat pemerintahan dan dagang dipindahkannya markas VOC Belanda ke Jayakarta dan selanjutnya berubah menjadi Jakarta sebagai ibukota RI hingga kini.

Karena itu, J.P. Coen yang adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-4 di nusantara, juga adalah pimpinan VOC Belanda yang terakhir berkedudukan di Ambon.

Sejarah mencatat, Ambon yang begitu stategis karena jadi pusat petdagangan rempah-rempah segala bangsa seperti Arab, Cina, India dan Eropa, pernah dipimpin oleh Gubernur Jenderal sejak tahun 1500 an dan pasca kemerdekaan sudah dipimpin 15 Walikota. Kini Ambon dipimpin walikota Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Syarif Hadler.

Diantaranya Gubernur Jenderal pada masa pemerintahan Kerajaan Portugal dan Algarves (1522–1578) berkedudukan di Kota Ambon. Dilanjutkan pada masa pemerintahan Uni Iberia (1582–1605) dan masa pemerintahan monarki Spanyol (1606 – 1663) ada 15 Gubernur Jenderal.

Seterusnya, masa pemerintahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan Hindia Belanda (1599 – 1801). Kemudian pada masa pemerintahan Inggris ada 10 pimpinan yang sempat berada di Ambon pada era 1800 an.

KOTA KELAHIRAN PENJABAT PRESIDEN RI

Di masa pemerintahan Hindia Belanda dan perintis perjuangan kemerdekaan, Kota Ambon juga merupakan kota tempat kelahiran maupun pendidikan tokoh-tokoh besar di republik ini, yang kemudian menjadi pejabat negara dan pahlawan nasional di bidangnya masing-masing, tetmasuk di jajaran militer, kepolisian, olahragawan dan lainnya.

Semisal kita kenal Dr Johanes Leimena. Putra Negeri Ema kelahiran Ambon ini adalah pahlawan nasional. Ia dikenal sebagai pejabat negara paling lama di pemerintahan Indonesia dari masa orde lama sampai orde baru yakni selama kurang lebih 21 tahun.

Dalam rentang waktu tersebut, Leimena sebagai orang kepercayaan Presiden Soekarno sempat jadi Penjabat Presiden RI sampai tujuh kali selama presiden berhalangan atau keluar negeri.

Masa pemerintahan presiden Soekarno, Leimena duduk dalam 18 kabinet yang berbeda, dimulai dari Kabinet Sjahrir II (1946) sampai Kabinet Dwikora III (1966), baik sebagai Menteri Kesehatan, Wakil Perdana Menteri, Menko Distribusi, Wakil Menteri Pertama maupun Menteri Sosial.

Saat kekuasaan beralih ke Presiden Soeharto, Leimena sempat diminta menjadi menteri namun ia menolak melalui Hamengku Buwono. Karena penolakan itu, Leimena akhirnya diminta untuk menjabat posisi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

No More Posts Available.

No more pages to load.