Kiprah Maluku Sepanjang PON, Peringkat Tertinggi 9, Terendah Posisi 25

oleh -9,035 views
oleh

Dua emas Maluku di PON 1961 diperoleh dari sprinter putri Welly Tomasoa di nomor 100 meter. Itu adalah sejarah untuk pertama kalinya perempuan Maluku merebut emas. Welly Tomasoa kemudian dikenal sebagai istri dari Bram Tuapatinaya, pemilik majalah wanita “Kartini” Jakarta dan mantan anggota DPD RI dapil Maluku.

Sedangkan emas kedua juga diraih dari cabang atletik nomor estafet 4 x 100 meter. Empat pelari waktu itu adalah Julius Toisuta, Agus Kaya, Beni Kermite dan Steve Mainake. “Regu estafet 4 x 100 meter Maluku saat itu memang kuat,” ujar Ule Latumahina, saksi mata ketika itu.

Posisi terbaik terakhir Maluku yaitu peringkat X (10) dari 27 provinsi pada PON IX 1977 di Jakarta. Di klasemen perolehan medali umum, Maluku meraih 2 emas, 4 perak, 5 perunggu.

Dua emas di PON 1977 itu, dihasilkan dari dua petinju yaitu Herry Maitimu di kelas layang dan Beni Keliombar di kelas menengah.

Cabang atletik dan tinju sejak dulu jadi andalan Maluku meraih medali emas, perak dan perunggu, sehingga hasilkan atlet-atlet nasional yang perkuat Indonesia. Untuk cabang tinju, atlet Maluku pertama yang raih medali adalah Frans Soplanit (perak di PON 1961) dan Wiem Gomies (emas pertama di PON 1969).

Baca Juga:

Sementara itu, peringkat terendah Maluku terjadi di PON XVI Palembang 2004. Yakni berada di posisi 25 dari 30 kontingen dengan raihan 3 medali emas, 2 perak dan 5 perunggu. Salah satu emasnya dari petinju David Isikiwar.

Sempat juga Maluku berada pada rengking 24 di PON XII Jakarta 1989 dengan raihan 2 emas, 1 perak, 7 perunggu. Salah satu emasnya dihasilkan oleh Albert Papilaya, salah satu petinju legendaris Indonesia yang belum lama ini meninggal.

Sedangkan pada PON XIII 1993, Maluku juga sempat terpuruk di peringkat 23. Saat itu hanya memperoleh 2 emas, 2 perak dan 8 perunggu.

Sementara itu perolehan medali emas terbanyak kontingen Maluku, yaitu sebanyak 7 emas terjadi pada tiga edisi PON yaitu PON Jakarta 1981, PON Jakarta 1985 dan PON Jawa Barat 2016.

Lengkapnya PON 1981 meraih 7 emas, 2 perak, 4 perunggu peringkat akhir 14. PON 1985 dapat 7 emas, 5 perak, 8 perunggu posisi akhir 17 serta PON 2016 rebut 7 emas, 3 perak dan 9 perunggu berada di urutan 20.

Akhirnya, kini kita menanti perjuangan atlet-atlet Maluku di PON XX 2021 di Papua yang sebentar lagi digelar. Semoga muncul Wiem Gomies baru, David Isikiwar baru, Irene Joseph baru, M. Yamin Rahayaan baru, La Memo baru dan lainnya

Toma maju ! (novi pinontoan)

No More Posts Available.

No more pages to load.