Mantan Rektor Dr Jafet Damamain Pantas Ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan UKIM Ambon

oleh -406 views
Sarah terima jabatan Rektor UKIM Ambon dari pejabat lama Dr Jafet Damamain STh (kiri) kepada pejabat baru Dr Sonny Hetharia,MTh, Senin (18/10/2021).

suaramaluku.com – Dr Jafet Damamain,MTh disebut pantas untuk ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon.  Hal itu mengemuka dalam seremoni pemberhentian dan pelantikan Rektor UKIM Ambon periode 2021 – 2025, Senin (8/10/2021).

Saat menyampaikan pidato pelantikan, Rektor UKIM Periode 2021 – 2025 Dr Sonny Hetharia MTh mengatakan, UKIM yang dia pimpin tidak terlepas dari UKIM sebelumnya khususnya di bawah kepemimpinan Dr Jafet Damamain dalam memajukan kampus orang basudara ini.

Berbagai prestasi yang telah dihasilkan akan terus memotivasi dia dan rekan-rekan lanjutkan kemajuan UKIM ke depan.

“Tidak berlebihan, jika pada kesempatan ini, saya hendak menegaskan lagi dań menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Dr Jafet Damamain yang telah membangun UKIM secara luar biasa sehingga pantas untuk dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Pembangunan UKIM,” kata Dr Sonny Hetharia.

Pembina Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) GPM Pdt Elifas Maspaitella juga menyampaikan terimakasih kepada Dr Jafet Damamain karena selama kepemimpinannya UKIM telah melaksanakan Pendidikan doktoral dan juga memperoleh tambahan dua guru besar sebagai wujud bahwa kapabilitas akademik UKIM akan semakin berkembang.

Selain itu, langkah membangun kampus di Suli telah berlangsung.

“Dan pada tugas itu, GPM telah memberikan dukungan dengan gerakan Sorong badan  sehingga satu Gedung telah dibangun melalui kolekta warga Gereja,” ungkap Maspaitella yang juga menjabat sebagai Ketua MPH Sinode GPM itu.

BACA JUGA: Pembina Yaperti GPM Lantik Dr Sonny Hetharia MTh Jadi Rektor UKIM Periode 2021-2025

Dr Jafet Damamain sendiri saat menyampaikan pidato akhir masa tugas menyatakan perasaan sukacitanya karena bisa menyelesaikan masa kepemimpinannya di UKIM dengan lancar.

Dia menjelaskan, sesungguhnya menerima tanggungjawab sebagai Rektor UKIM pada 26 Maret 2018, dalam kekhawatiran apakah mampu menyelesaikan satu periode kepemimpinan dengan kurun waktu cukup panjang.

Apalagi dalam kurun periode tersebut situasi masyarakat baru dilanda gempa bumi dan sejak tahun awal 2000 dilanda pandemi Covid-19.

“Tiba di Hari Ini adalah sebuah mujizat yang harus disyukuri. Mari bersyukur pada Tuhan yang terus lalukan perkara ajaib bagi UKIM dan GPM,’ ungkapnya.

Dr Jafet juga mengemukakan, pernah menjadi Rektor UKIM adalah sebuah kebanggaan. Pada januari tahun 1977, dia mengaku, menginjakkan kaki di kampus ini sebagai mahasiswa baru.

Pada tahun 1985 diangkat sebagai dosen STT GPM yang beberapa bulan kemudian berubah menjadi Fakultas Theologia UKIM dan tahun-tahun terakhir menjelang pensiun dipercaya menjadi Rektor UKIM.

“Mendapat kepercayaan di tempat belajar dan awali tugas sebagai pendeta  adalah kepercayaan besar kan itu berusaha menjalankan tugas sebaik-baiknya. Tentu tidak sempurna. Masih banyak yang belum dilakukan. Karena itu saya meminta maaf jika belum mampu memenuhi keinginan berbagai pihak, terlebih civitas UKIM,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan terima masih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang telah mengalokasi dana untuk kampus di Talake dan suli. Ada proyek lanjutan kantor pusat UKIM dan hotmix di kampus Talake dan Suli.

“Ini menunjukkan pemda tidak lupa memberi atensi kepada UKIM,” timpalnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.