Kalahkan NTT, Atlit Kempo Maluku Yamin Rahayaan Maju ke Semifinal PON Papua

oleh -381 views
Yamin Rahayaan (helm dan protektor merah) saat melawan Irwan Susanto (NTT).

suaramaluku.com – Atlet cabor kempo Maluku, M. Yamin Rahayaan berhasil maju ke babak semifinal PON XX 2021 Papua.

Hal ini setelah di pertandingan pertama pool A kelas randori 70 kg di GOR STT GIDI, Sentani kabupaten Jayapura, Yamin berhasil mengalahkan Irwan Susanto dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada kelas randori 70 kg ini hanya diikuti enam atlet. Sehingga sistem pertandingannya setengah kompetisi dibagi dua pool. Urutan satu dan dua grup masuk semifinal dan pemenang semifinal masuk ke final.

Yamin masuk pool A bersama kenshi Irwan Susanto (NTT) dan Ari Pramanto (Sumatera Barat).

Usai dikalahkan Yamin, kenshi NTT tersebut beberapa jam kemudian dikalahkan oleh Ari Pramanto. Dengan demikian, Ari dengan Yamin sudah lolos ke semifinal.

Untuk penentuan juara dan runner up pool, maka akan ditentukan oleh pertarungan Yamin melawan Ari pada hari Minggu (10/10/2021).

Partai antara kenshi Maluku vs Sumbar ini menarik. Pasalnya, merupakan pertandingan ulangan final PON 2016 Jawa Barat. Saat itu, Yamin menang dan rebut medali emas, sedangkan Ari medali perak.

PON XX ini jadi motivasi bagi Yamin untuk menciptakan “hattrick” atau tiga kali berturut-turut merebut medali emas selama partisipasi di arena cabor kempo PON.

Yamin sudah ikut PON selama tiga kali sebelumnya dan kini PON XX 2021 adalah untuk keempat kalinya dia berpartisipasi wakili Maluku.

“Beta bertekad dan berjuang untuk meraih medali emas ketiga kalinya di PON. Ini sudah sesuai dengan target KONI Maluku untuk cabor kempo. Itu juga niat beta secara pribadi,” ungkap mantan atlet Pelatnas SEA Games 2013 Myanmar ini, beberapa hari lalu.

M. Yamin Rahayaan, adalah atlet kempo nasional asal kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku. Laki-laki kelahiran Bula 25 Maret 1989 ini, sudah membela Maluku di PON 2008 saat usianya baru 16 tahun dan masih pelajar SMA.

Tiga kali ikut PON hasilnya dua medali emas untuk Maluku. Yaitu merebut emas nomor randori kelas 70 kg di PON 2012 di Riau dan PON 2016 di Jawa Barat.

“Waktu PON 2008 di Kaltim, beta masih sekolah SMA. Belum dapat medali, kalah di perempatfinal,” ujarnya.

Ia akui dukungan untuk ciptakan hattrick juga didukung pelatih Jermias Lekahena dan asisten pelatih sekalian sparing partner nya, Thomas Marsel Murehuwey. (SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.