Mantan “Raja” Kelas Layang Indonesia Kaget Sikap Tak Peduli Ketua Pertina Maluku

oleh -7,004 views
oleh
Mantan raja kelas layang Indonesia, Herry Maitimu di masa jayanya dan kini serta Ramli Umasugi. -dokumen-

“Intinya keaktifan, kehadiran seorang ketua itu penting. Untuk beri semangat dan motivasi. Contoh di jaman beta, Maluku kuasai Kejurnas, STE, PON, bahkan wakili Indonesia di President Cup dan kejuaraan di Eropa. Itu karena peran Ketua Pertina Maluku waktu itu, pak Hadi Budoyo. Beliau luar biasa dedikasinya untuk kami,” tutur mantan juara ASEAN Cup 1985 dan peraih medali perak Kejuaraan Asia 1977.

Ia lantas bercerita. Ketika PON 1981 di Jakarta, dari 10 petinju Maluku 8 diantaranya lolos ke final. Dirinya tampil pertama di partai puncak. Di kamar ganti persiapan bertanding, tiba-tiba Hadi Budoyo menemuinya, bahkan membantu pasang sarung tinju dan ikat talinya. Sambil memberi semangat untuk buka partai pertama dengan rebut emas.

“Pak Hadi yang pasang dan ikat sarung tinju. Beliau minta fight dan rebut emas pembuka. Beta jadi semangat dan katong tidak takut mati. Beta akhirnya emas, disusul Elly Pical, Charles Thomas, Notje Thomas, Max Auty, Polly Pesireron, Wiem Gomies dan terakhir perak oleh Beni Keliombar. Itulah fungsi lain dari ketua. Beri semangat bertanding langsung,” kisah Herry, mengenang.

BACA JUGA:

Petinju yang pertama tampil di even nasional yakni STE 1976 langsung juara dan jadi petinju terbaik ini, sangat berharap tinju Maluku bangkit kembali. “Semoga cepat punya ketua baru supaya bisa benahi dan bangkit lagi,” kata Herry.

Ungkapan keprihatinan Herry Maitimu itu, sebelumnya juga sudah disampaikan pula oleh para mantan petinju nasional asal Maluku seperti Mekson Barataman, La Paene Masara, David Isikiwar serta melalui medsos juga keprihatinan datang dari Thomas Keliombar dan Bara Gomies.

Soal ketidakpedulian Ketua Pertina Maluku belakangan sejak Pelatda sampai PON Papua berakhir, La Paene katakan, kalau pengurus sudah berusaha kordinasi namun tidak ada respon, ya bisa digunakan mekanisme sesuai aturan organisasi.

“Kalau begitu kondisinya. Bisa gunakan mekanisme organisasi. Pengurus dan Pengcab-Pengcab bikin mosi tidak percaya kirim ke Pertina Pusat, lalu Musdalub untuk pergantian ketua. Atau pak Ramli legowo undur diri, sehingga figur lain bisa jadi ketua. Prinsipnya harus solid dan benahi organisasi, supaya tinju Maluku bangkit lagi,” ungkap La Paene, yang ikut dua kali Olimpiade yakni Atlanta 1996 dan Sidney 2000 serta raih medali perak untuk Maluku di PON 1996 Jakarta. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.