Meski Minim Fasilitas, Tim Tinju Maluku Siap Berjuang Maksimal di PON Papua

oleh -10,352 views
oleh

SEJARAH MALUKU DI PON

Dalam catatan media ini. Tradisi medali emas Maluku di arena PON sudah dimulai dari PON 1969, 1973, 1977, 1981, 1985, 1989 hingga era 1990 an (Albert Papilaya dkk) dan 2000 an (era David Isikiwar dkk) tradisi emas tetap terjaga.

Semisal PON 2012 rebut 3 emas diantaranya oleh David Isikiwar dan Lodewyk Batlayery. Sedangkan PON terakhir 2016 di Jawa Barat, tim Maluku merebut 2 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Dua emas itu oleh petinju putri Welmy Pariama dan Yuliana Patty.

Dari partisipasi di PON. Tercatat prestasi spektakuler Maluku merebut medali emas terbanyak adalah pada PON 1981 di Jakarta. Saat itu Maluku merebut 7 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu. Semua petinju yang bertarung berhasil membawa pulang medali.

Tujuh medali emas itu diraih oleh Herry Maitimu, Ellyas Pical, Charles Thomas, Notje Thomas, Max Auty, Polly Pesireron dan Wiem Gomies. Sedabgkan 1 perak oleh Benny Keliombar (di PON 1977 meraih emas) serta dua perunggu oleh Lutfy Mual dan Jeffry Manusama.

Ellyas Pical kemudian jadi juara dunia tinju profesional kelas bantam yunior IBF. Ellyas adalah petinju Indonesia pertama yang juara dunia. Disusul orang kedua yaitu eks petinju PON Maluku juga, Nico Thomas. Serta Polly Pesireron menjadi juara tinju pro kelas menengah ringan OPBF.

Sedangkan Wiem Gomies yang sudah merebut emas sejak PON 1969, tetap di ring amatir dan menjadi legenda hidup tinju amatir Indonesia, karena dua kali meraih medali emas kelas menengah Asian Games 1970 dan 1978. (novi pinontoan)

No More Posts Available.

No more pages to load.