WELMY MEDALI PERAK
Sementara itu, petinju putri Maluku di kelas 60-64 kg, Welmy Pariama tak berhasil ciptakan hattrick medali emas tinju PON XX 2021 Papua. Ia kalah angka tipis dari petinju tuan rumah Salomina Yerisitouw pada partai final.
Dalam pertarungan tiga ronde ketat itu, Salomina menghadang Welmy dengan pukulan jab dan straight nya memanfaatkan kelebihan jangkauan tangannya di ronde pertama dan kedua.
Sedangkan Welmy berusaha bertarung merapat dengan double cover nya, sambil melepaskan pukulan hook dan upper cut nya. Namun beberapa kali lolos karena Salomina memblok dan mundur.
Memasuki ronde ketiga, anak asuhan pelatih Agus Titaley dan Matheos Lewaherila itu, berani maju meringsek pergerakan petinju tuan rumah. Welmy sukses mencecer kombinasi pukulan telaknya ke wajah lawannya yang mulai kehabisan stamina.
Namun sayangnya, keputusan lima hakim menyatakan Salomina Yerisitouw dari Papua yang menang angka. Nilai pada layar skor, memperlihatkan petinju tuan rumah menang di ronde pertama dan kedua, Welmy unggul di ronde ketiga.
“Kondisi Welmy memang sempat kurang enak badan sehari sebelumnya. Sehingga pengaruhi penampilannya. Yah keputusan wasit harus kita terima,” jelas Ongky Nanulaita yang juga bertugas sebagai Inspektur Pertandingan.
Dengan hasil itu, Welmy memperoleh medali perak. Ia gagal mengulang raihan emasnya pada PON 2008 dan 2016. Sedangkan di PON 2012 Welmy juga meraih medali perak.
Sementara itu , petinju putra Maluku di kelas 48-52 kg yakni Novi Sahuleka harus puas dengan medali perunggu setelah terhenti di semifinal dari petinju DKI, Aldoms Sugoro.
Satu petinju lainnya yakni Butje Tibalemeten gagal meraih medali karena kalah di babak 8 Besar.
Total tim tinju Maluku mempetoleh 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu di arena PON XX Papua.
Turut hadir pada parta final tersebut, Wakil Gubernur Maluku sekaligus sebagai ketua kontingen, Barnabas Orno dan mantan Walikota Ambon M.J. Papilaya yang juga pengurus PB Pertina. (novi pinontoan)






