CINTA MALUKU, TOLAK TAWARAN
Yamin akui cinta SBT dan Maluku sebagai tanah kelahirannya. Karena itu, dirinya tetap bertahan bela Maluku.
Walau kesannya prestasi yang dibuatnya untuk daerah ini kurang diperhatikan, terutama soal pekerjaan tetap.
Mantan atlet Pelatnas SEA Games 2013 Myanmar ini mengaku, kalau dia tidak mencintai Maluku mungkin dirinya sudah hengkang ke daerah lain. Bahkan beberapa tawaran pernah ada.
“Ada dua kali beta ditawari pindah. Tahun 2015 beta diajak pengurus Kempo DKI untuk bergabung dengan tim Pra PON nya DKI. Namun beta menolak dan memilih main untuk Maluku,” ungkap peraih medali emas buat Indonesia di even internasional Indonesia Open 2011 ini.
Tawaran yang sama juga terjadi saat Pra PON 2019. Kali ini giliran Papua yang menawarinya pindah. “Hanya saja pelatih minta agar beta tetap main buat Maluku dulu di PON 2021 ini. Sesudah itu terserah beta,” beber Yamin.
Lantaran itu, ia merasa heran, ketika daerah lain siap menawari atlet berprestasi dan diberi pekerjaan baik PNS, pegawai swasta atau pekerjaan tetap, namun di daerah sendiri atlet berprestasi kurang diperhatikan.
“Karena itu, seperti pak gubernur Murad Ismail bilang waktu pelepasan kontingen, untuk siap bantu cari pekerjaan buat atlet yang berprestasi di PON, beta sangat berharap itu jadi kenyataan,” katanya.






