KISAH PINDAH KE PODSI
Anos mengisahkan bagaimana sampai dia akhirnya pindah ke Pengda PODSI Maluku. Ini berawal saat ia ditemui dan diajak oleh dua pelatih dayung Maluku waktu itu, Cores Sahupala dan Ady Talubun untuk tangani Pengda PODSI Maluku pada tahun 2006.
Permintaan Sahupala dan Talubun itu turut disuport oleh August Kaya, Kepala Bidang Olahraga Dinas Dikbud Maluku waktu itu dan juga Etty Sahuburua (mantan Ketua DPRD dan Wagub Maluku) agar Amos mau mengurus cabor dayung.
“Waktu itu beta masih belum bersedia. Karena masih jabat Sekum Porlasi Maluku dan kebetulan mau gelar Kejurnas Layar di Ambon,” ungkap Anos, yang jujur akui saat itu dirinya tak punya pekerjaan tetap, namun bekerja dengan sungguh untuk mengurusi organisasi olahraga.
Usai Kejurnas Layar, Anos lantas menyatakan bersedia pindah mengurus cabor dayung. Namun dia menolak jadi ketua PODSI Maluku. Sebab, baginya jadi ketua paling tidak harus punya pekerjaan tetap supaya tidak terbeban.
“Beta usulkan almarhum pak Antonius Sihaloho sebagai ketua dan beta jadi Sekum nya. Beta banyak belajar bagaimana mengelola manajemen dan organisasi olahraga,” tutur Anos, yang kini anggota DPRD Maluku dari Partai Golkar kepada media ini, Sabtu (9/10/2021).
Laki-laki rendah hati ini lantas mulai serius dan fokus tangani cabor dayung. Sebab menurutnya, dayung sangat potensial dikembangkan di Maluku sesuai dengan karakter alam dan orang daerah ini. Tetapi sayangnya belum masuk cabor prioritas.
Bersama mantan-mantan atlet dayung dan para pelatih, Anos fokus pada pembinaan dan pencarian atlet’atlet muda berbakat. Ia melobi sana sini untuk mendapatkan peralatan atau perahu baru, bahkan sampai ke PB PODSI di Jakarta.
“Waktu lobi di PB PODSI. Mereka bersedia membantu peralatan dayung Maluku. Namun dengan catatan apa bisa sumbang atlet potensial ke Pelatnas? Beta jawab iya bisa. Akhirnya pedayung putri kita waktu itu, Femi Batuwael dipanggil ke Pelatnas karena bakatnya,” beber Anos.
Ia pun tak lupa jasa August Kaya sebagai Kabid Olahraga Dikbud jaman itu, yang akhirnya membuka Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) tinju, atletik, dayung dan sepakbola.
“Karena kita punya PPLP. Beta usulkan bikin Kejurnas PPLP Dayung di Ambon. Beta melobi ke PB PODSI dan pihak Dikbud setuju. Akhirnya Maluku jadi tuan rumah dan dibantu beberapa perahu baru,” kisahnya.
Di awal tangani dayung. Anos akui modal hanya mau bekerja keras dan mengabdi total. Ia belum punya pekerjaan tetap. Kerja apa saja dia jalanin. Makanya diakui banyak tokoh membantu pembinaan dayung termasuk Lantamal TNI AL di Halong dan mantan Gubernur Maluku, Karel Ralahalu.
Selain tokoh-tokoh yang sudah disebutnya. Anos akui beberapa orang biasa namun setia membantu PODSI Maluku sejak awal, juga punya peran yang tak bisa dilupakan seperti Abu Tenarubun dan Ismail Diponogoro.
“Mereka ini sangat bantu kami. Beta selalu berupaya agar pengurus, pelatih, atlet dan teknisi solid dan jaga kebersamaan. Sehingga saling mengisi untuk serius dalam pembinaan,” ujar suami dari almarhumah Theresia Mulder dan ayah dua anak ini.







