PRESTASI DAN CABOR PRIORITAS
Hasil pengabdian dan kerja keras Anos Yeremias bersama para pengurus, pelatih dan atlet akhirnya membuahkan hasil. Meski secara perlahan mereka mulai berprestasi dan kemudian masuk jadi cabang prioritas KONI Maluku.
Ini dimulai saat Amos menjadi Sekum dan berlanjut ketua PODSI Maluku. Yakni pada PON 2008 di Kalimantan Timur, cabor dayung mulai sumbangkan 3 medali perunggu untuk kontingen Maluku.
Perolehan tersebut mulai meningkat pada ajang PON 2012 di Riau. Saat itu para pedayung Maluku sukses meraih 1 emas dan 3 perak.
Berlanjut di PON 2016 Jawa Barat, para pedayung Maluku berprestasi dan mampu tampil mengejutkan dengan merebut 3 emas dan 3 perunggu.
Konsistensi pembinaan yang serius dan kontinyu, berbuah hasil manis kembali di PON XX 2021 Papua. Tim dayung mampu sumbang 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu untuk mengangkat posisi Maluku.
“Kita sebenarnya bisa dapat 4 emas. Satunya dari nomor double putri Chelsea dan Arni. Hanya saat sudah pimpin, dayung mereka terhambat sampah di lintasan. Makanya kecepatan menurun dan dilewati lawan. Akhirnya rebut medali perak saja,” ungkap Amos.
Atas rangkaian prestasi tersebut, kini dayung sudah menjadi cabor prioritas Maluku. Terbukti konsisten jaga tradisi emas, juga empat pedayung masuk Pelatnas SEA Games yaitu La Memo, Chelsea Corputty, Asuhan Patiiha dan Isa Behuku. Bahkan La Memo ikut Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brazil. Serta pelatih Cores Sahupala sering dipakai melatih di Pelatnas.
Namun demikian, Anos tak lupa bersyukur pada Tuhan, anak-anak asuhannya mampu semangat berprestasi di saat pandemi Covid 19 dan penanganan tim Satgas KONI Maluku ketika Pelatda PON yang kurang profesional dan tata kelola kontingen yang tak maksimal.
“Beta sebagai ketua Pengda PODSI dan manager tim dayung saja, tidak diberikan tiket ke Papua dan tidak diberi pakaian resmi kontingen. Aneh memang manajemen kontingen Maluku kali ini. Beta urus diri sendiri, hanya demi atlet-atlet asuhan kami,” kritik Amos, yang akui turut bahas dana Pelatda PON di DPRD Maluku sebagai anggota badan anggaran.
Hal ini perlu ia ungkapkan, bila dibandingkan dengan pengalamannya sebagai manajer tim dayung sejak PON 2008 Kaltim, PON 2012 Riau, PON 2016 Jabar dan kini PON 2021 Papua.
Legislator dari dapil MTB dan MBD ini menambahkan, ia telah bekerjasama dengan pihak Unpatti dan bersyukur diberikan lahan untuk bangun gudang perahu. “Beta sudah bangun gudang perahu di kompleks Unpatti Poka dengan gunakan dana POKIR anggota DPRD,” jelasnya.
Karena itu, Anos rencana tahun depan tambah lagi bangun asrama di sana agar pembinaan lebih terarah. “Beta sangat berterima kasih kepada pak Rektor Unpatti karena sudah bantu lahan untuk pengembangan cabor dayung,” katanya.
Terkai dengan itu, Anos minta dukungan semoga ada perhatian Pemerintah Provinsi Maluku agar niatnya untuk pindahkan PPLP Dayung dari Karangpanjang ke kawasan Poka dapat terwujud.
“Sebab obsesi beta adalah PON yang akan datang, cabor dayung dapat meloloskan banyak nomor ke PON dan bisa bersaing dengan Jawa Barat yang dominasi nasional. Kita daerah perairan, harus maju di olahraga perairan juga. Itu obsesi beta ke depan,” tambahnya.
Toma maju bung Anos. Teruslah berobsesi inovatif kreatif untuk Maluku. Karena Maluku butuh banyak figur sepertimu. Selamat dan dangke banya voor persembahan para atlet dan pelatih dayung di PON XX Papua. (novi pinontoan)







