Jordi Amat, Pesepakbola Berpaspor Spanyol Keturunan Makassar dan Banda Neira Maluku

oleh -25,922 views
oleh
Jordi Amat dengan ban kapten di lengannya. -dokumen-

 

“Nenek saya lahir di Makassar, Sulawesi (Selatan) dan merupakan sosok penting yang mendukung saya dalam karier sepak bola selama ini,” tutur Jordi Amat.

Selain itu, ia juga akui punya darah dari Maluku. “Ibu dari nenek saya berasal dari Siau, dan ayahnya yang tak lain moyang saya adalah M.D Kansil berasal dari Banda Neira, Maluku,” ungkapnya.

Meski punya darah dari raja Nusantara, Jordi Amat tak pernah merasakan hangatnya iklim tropis Indonesia. Saat ini, pemain berusia 29 tahun tersebut membela KAS Eupen di Jupiler Pro League atau kasta tertinggi sepak bola Belgia.

Jordi Amat selaku kapten KAS Eupen, berhasil membawa timnya bersaing di papan atas Jupiler Pro League dengan menempati peringkat ke-3 dalam 12 pekan yang telah dijalani.

Sebelum ke Liga Belgia, Jordi Amat pernah berpengalaman main di La Liga Spanyol dengan memperkuat Espanyol, Rayo Vallecano dan Real Betis, serta di Premier League Inggris bersama Swansea City.

Bila nantinya memperkuat timnas Merah Putih atau Garuda Indonesia, maka Jordi Amat merupakan pemain belakang atau bek tengah paling berpengalaman dan punya jam terbang tinggi, bahkan mungkin di Asia Tenggara.

Pasalnya selama berkarier di La Liga Spanyol, Jordi Amat sudah pernah hadapi striker-striker atau penyerang kelas dunia, bahkan dua pemain terbaik dunia yakni Lionel Messi (masih di Barcelona) dan Christiano Ronaldo (saat di Real Madrid) juga sudah dirasakan aksi meteka.

Di KAS Eupen klub Belgia itu, Jordi Amat dikontrak selama tiga tahun hingga 2022 atau musim panas mendatang. Kedatangan dan pengalamannya pun membawanya menjadi kapten tim Belgia tersebut hingga saat ini.

Kiprah Jordi Amat nyatanya tak hanya di level klub saja. Di level tim nasional, ia pernah membela kelompok umur Timnas Spanyo dari U-19, U-20, hingga U-21.

Total 27 penampilan ia buat bersama tiga tim kelompok umur itu. Penampilan terbanyak ia buat di laga persahabatan dan Kualifikasi Euro U-21 seangkatan dengan Alvaro Morata, Dani Carvajal, dan David De Gea.

Jordi Amat bisa dibilang kurang beruntung. Ia lahir di saat generasi emas bek Spanyol seperti Sergio Ramos, Gerard Pique, Carles Puyol, Cesar Azpilicueta, dan Jordi Alba yang membuat kesempatannya membela timnas senior Spanyol tertutup.

Namun di level junior, Jordi Amat memiliki prestasi cukup bagus. Jordi adalah skuad timnas Spanyol U-17 dan bermain di Pialai Dunia U-17 di tahun 2009. Ia bermain setim dengan Koke (Atletico Madrid), Iker Munianin (Athletic Bilbao), Sergi Roberto (Barcelona), Isco (Real Madrid), dan Alvaro Morata (Juventus).

Jordi Amat membawa Spanyol sampai semifinal Piala Dunia U-17 2009. Spanyol U-17 pun harus puas mendapatkan peringkat ketiga di turnamen tersebut.

Diharapkan dengan kesediannya membela panji timnas Merah Putih, prestasi yang diharapkan pencinta sepakbola nasional terwujud. Semoga…! (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.